Travelling with travelmate
Travelling
dengan travelmate yang tepat itu penting lho ternyata, hohoho..
Orang
yang dekat dengan kita, orang yang selalu bersama kita bahkan pasangan kitapun
belum tentu bisa menjadi travelmate yang tepat untuk kita, bisa jadi justru
orang yang tidak dekat dengan kita justrus yang klop untuk jalan bareng kita,
bukan pemilih! Bukan!
Mengapa?
Karena kita akan terus -terus -terusan-san dengan orang tersebut. Bayangkan
saja jika kita salah memilih travelmate, travelling yang kita ekspektasikan
akan bahagia malah bisa penuh dengan drama pertengkaran, egois-egoisan, mau
menang sendiri dbl. Tentu saja perjalanan setiap perjalanan akupun selalu dihiasi dengan
perdebatan-perdebatan kecil yang lucu juga jika diingat sekarang.
Sangat
bersyukur karena hampir setiap perjalanan yang aku lakukan ditemani oleh
travelmate yang supeeeeer luar biasa *kiss kiss* hahaha
Sudah
dekat dan pada akrab pula *luv luv haha
Hampir
lho ya bukan selalu, jadi ada moment dimana aku melakukan perjalan dengan orang
yang kurang klop. Lalu apa yang bisa dilakukan jika begitu? Jika itu terjadi,
maka yang harus dilakukan adalah kita yang mencoba memposisikan diri atau
gampangnya ya ngalah aja deh. Daridapa nantii jalan-jalan semakin runyam
mending ngalah kan?
Selanjutnya
ada bagusnya kita mengetahui karakter dari travelmate kita itu seperti apa,
supaya kita tahu harus bagaimana kita memperlakukan dia selama perjalanan. Ada banyak
sekali tipe-tipe traveler lho ternyata,
Jadi
apakah kita harus selalu travelling dengan orang yang sudah kita kenal?
Nah
kalau soal itu menurutku tergantung sih, jika kita travelling bersama bertemu
orang baru ya kita harus siap dengan kejutan-kejutan yang akan terjadi dijalan.
Apakah kejutan yang menyenangkan atau justru kejutan yang tidak kita inginkan,
hohoho...
Kalau
kata Paul Theroux seorang penulis dari Amerika sih gini “Most travel, and
certainly the rewarding kind, involves depending on the kindness of strangers,
putting yourself into the hands of people you don’t know and trusting them with
your life.”
Tapi
tapi tapi... keuntungan yang bisa kita dapat adalah punya teman baru, yeay! Atau
setidaknya jika kita sudah kenal kita jadi tahunya seperti apa saat lagi
travelling.
Ada satu
quote lagi nih dari Mark Twain “I have found out that there ain’t no surer way
to find out whether you like people or hate them than to travel with them”
Travelmate
yang baik ialah yang bisa saling megcover satu sama lain, ya walaupun tentu saja
diperjalanan kemarin aku yang lebih banyak di cover hihihi
![]() |
| Naik gunung barengan orang gak dikenal dari FB |
![]() |
| Jurang Tembelang ketika masih belum terkenal dengan teman SMA |
![]() |
| Backpackeran ke Nara, dapat teman baru! |
![]() |
| Cari kabut di Merbabu dengan teman kuliah |




Komentar
Posting Komentar